KALO DIFITNAH ENAK MANA?? JOGET APA LAWAN??

Advertisement

KALO DIFITNAH ENAK MANA?? JOGET APA LAWAN??

Tuesday, March 26, 2019

Pilar Bangsa - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto saat berkampanye di Lapangan Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, Selasa (26/3/), meminta kepada para pendukungnya untuk menghormati semua orang, serta jangan mencela.


“Tidak boleh mencela dan jangan lakukan itu. Kita ini di Bali diajarkan nilai-nilai kuno Ksatria Pandawa yang selalu membela kebenaran, kejujuran dan keadilan dan tidak boleh menyakiti orang lain,” katanya.


Bahkan, ia mengatakan jika disakiti harus tabah, kuat dan tegar. “Di caci maki balas dengan senyum, kalau di fitnah kita joget saja,” ungkapnya.

Sambungnya, “Kita tak takut difitnah dan dihujat. Kita tak takut di intimidasi. Karena, kita berada di jalan yang benar, membela rakyat sendiri adalah kebenaran. Membela rakyat kita memberantas korupsi, kelaparan, kemiskinan adalah jalan kita. Tidak perlu risau, kalaupun kita hancur di atas jalan yang benar, itu adalah mulia saudara,” tutupnya.

Nampaknya berbeda dengan Capres petahana Joko Widodo yang akan melawan segala bentuk fitnah yang ditujukan kepada dirinya. Hal itu dikatakan Jokowi di depan ribuan pendukungnya di Stadion Kridosono, Yogyakarta pada Sabtu, (23/3) lalu.

Tak hanya itu, saat kampanye terbuka di Jember, Jawa Timur, Senin (25/3), Jokowi juga meminta warga Kabupaten Jember untuk memerangi informasi hoaks yang sering muncul dan disebarkan melalui media sosial. Menurutnya, hoaks berupaya memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita lawan hoaks bersama-sama karena saat ini banyak beredar informasi kalau Jokowi-Ma’ruf Amin menang, maka pendidikan gratis akan dihapus. Itu tidak benar,” kata Jokowi di hadapan ribuan pendukung dan simpatisan di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (25/3) sore. wartakota

close