TERUNGKAP...!! Alasan Rocky Gerung Tak Hadir Lagi di ILC TV One Begini Penjelasannya

Advertisement

TERUNGKAP...!! Alasan Rocky Gerung Tak Hadir Lagi di ILC TV One Begini Penjelasannya

Tuesday, March 26, 2019

Pilar Bangsa - Presiden ILC TV One Karni Ilyas rupanya mengikuti dinamika yang berkembang di luar forum Indonesian Lawyer Club atau ILC TV One.

Saat membuka ILC TV One beberapa waktu lalu, Karni Ilyas membahas pernyataan Rocky Gerung mengenai ILC TV One sebagai forum oposisi.


Padahal Karni Ilyas dan seluruh kru ILC TV One selalu menyajikan informasi yang berimbang.

seperti dilansir dari tribunnews. Karni Ilyas yang juga Pembawa Acara Indonesia Lawyers Club memberi klarifikasi terkait pernyataan Pengamat Politik Rocky Gerung yang sebut suara ILC sebagai suara oposisi.

Hal tersebut disampaikan Karni Ilyas saat membuka acara ILC yang tayang live di tvOne, Selasa (19/2/2019).

Karni Ilyas mengaku tidak tahu di mana dan kapan Rocky Gerung menyampaikan hal tersebut.

Karni juga mengaku bingung saat mendengar ada pernyataan seperti itu.

“Karena saudara Rocky setiap ke sini juga melihat bahwa setiap episode, antara oposisi dan posisi itu orangnya sama banyak,” ujar Karni Ilyas.

Karni Ilyas lantas mencontohkan pernyataannya itu dengan para tamu yang hadir di ILC yang bertema “Debat Kedua Capres: Benarkah Jokowi di Atas Angin?” ini.

“Kalau malam ini ada tiga dari oposisi, ada tiga juga dari posisi. Yang lain adalah orang-orang yang kita anggap netral atau yang berada di tengah, termasuk malam ini Profesor Abrar Saleng, dan Komisioner KPU Wahyu Setiawan, serta Profesor Karim Suryadi, kita anggap adalah tokoh-tokoh yang netral,” papar Karni Ilyas.

Ia pun menegaskan bahwa ILC selalu seimbang.

Rocky Gerung (youtube Indonesia Lawyers Club)
Menurut Karni Ilyas, pernyataan terkait ILC sebagai suara oposisi ini justru muncul karena Rocky Gerung kerap tampil di acaranya itu.

“Bahwa terkesan oposisi justru setelah Rocky Gerung beberapa kali ikut bicara di ILC dan ternyata dia menguasai pembicaraan,” ujar Karni.

“Sehingga oposisinya lebih kencang daripada yang posisi,” imbuhnya.

Selesai menyampaikan klarifikasinya, Karni Ilyas lantas menyayangkan Rocky Gerung tak bisa hadir di ILC episode kali ini.

“Saya berharap malam ini dia ada. Lagi naik gunung lagi dia, dan memang hobinya naik gunung,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Rocky Gerung mengatakan ada larangan untuk menonton program acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang tayang di tv One.

Larangan itu menurut Rocky dilontarkan oleh seorang jurnalis senior yang tak disebutkan namanya oleh Rocky.

Hal tersebut diungkapkan Rocky Gerung saat menjadi bintang tamu di acara ulang tahun tv One yang ke-11, pada Kamis (14/2/2019).

Mulanya, Rocky yang diminta untuk memberikan pidato sesuai dengan tema yakni, ‘Beda Itu Indah’.

Dirinya mengungkapkan memiliki catatan untuk ILC, di mana dalam acara tersebut, Rocky memang sering menjadi narasumber untuk berdiskusi dan berdebat.

“Saya mau kasih catatan, di dalam diskusi kemarin ada seorang jurnalis senior yang bahkan sangat senior, di dalam pemaparannya meminta supaya jangan menonton ILC itu,” ujar Rocky Gerung.

Dosen Universitas Indonesia ini merasa aneh dengan pernyataan tersebut.

Karena menurutnya ILC merupakan tempat untuk berdiskusi.

Sementara mendengar bahwa acaranya dilarang untuk tak ditonton, pembawa acara ILC, Karni Ilyas yang duduk di bangku penonton melihat Rocky hanya tersenyum.

Karni Ilyas tampak tersenyum lebar saat acaranya mendapatkan larangan untuk tak ditonton.

Rocky lalu melanjutkan alasannya untuk tidak mematuhi jurnalis senior itu.



Menurutnya, ILC merupakan forum bertukar logika.

“Itu agak ajaib bahwa jurnalis menganjurkan agar supaya jangan menonton forum akal sehat, sebetulnya saya merasa bahwa ILC itu bukan lagi lawyers club, tapi logician club itu,” kata Rocky yang disambut tertawaan dari para hadirin.

“Apa namanya, Indonesia Logician Club, Club Logika Indonesia, karena memang kita ingin supaya logika itu jadi satu-satunya tata bahasa dalam hari-hari ini.”

Rocky lalu bercerita bahwa sejak dulu forum diskusi dan berdebat sudah terjadi, yakni di pasar.

“Dulu juga begitu, orang berdebat di pasar kira-kira abad ke-5 sebelum masehi, demokrasi itu adanya di pasar, tempat orang berdebat,” tambahnya. 

Lihat video selengkapnya:

close